Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos di Doyo Baru

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos di Doyo Baru


Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos di Doyo Baru

Posted: 28 Mar 2021 02:44 AM PDT

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos di Doyo Baru

DOYO BARU, LELEMUKU.COM – Warga kampung Bambar digegerkan dengan penemuan seorang  pria ditemukan tak bernyawa di kos-kosannya kompleks samping masjid Al-Ikhlas Doyo Baru Kampung Bambar, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Sabtu (28/03/2021).

Penemuan jenazah ini berawal dari adanya laporan beberapa orang penghuni kos yang mencium bau tidak sedap dan begitu menyengat. Hingga akhirnya mereka menelusuri sumber bau tersebut dan mengarah ke salah satu kamar kos yang sudah beberapa hari terkunci. kemudian penghuni kos melaporkan hal ini ke Polres Jayapura.

Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Sigit Susanto, S.IK menjelaskan, seorang pria yang diketahui bernama Irwan Walangitan (54), kesehariannya bekerja sebagai tukang ojek di Doyo Bambar yang ditemukan sudah meninggal dan dalam kondisi jasadnya sudah membusuk di dalam kamar kos yang ia tempati.

"Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, Kami langsung bergerak ke TKP untuk melakukan identifikasi lebih lanjut," ucap Kasat Reskrim.

Tidak menutup kemungkinan Alm. meninggal dunia karena sakit dan kurangnya sosialisasi dengan tetangga sekitar, sehingga belum diketahui pasti penyebab meninggalnya korban. Menurut keterangan para tetangga, korban tinggal di kos tersebut seorang diri.

"Saya belum bisa memberikan keterangan apakah kasus ini disebabkan oleh sakit atau tidak, kami masih akan melakukan autopsi di rumah sakit," pungkasnya.(Humaspolresjayapura)

Sinergitas TNI dan Dinkes Kabupaten Mimika Dalam Pelayanan Kesehatan di Kampung Opitawak

Posted: 27 Mar 2021 05:22 AM PDT

Sinergitas TNI dan Dinkes Kabupaten Mimika Dalam Pelayanan Kesehatan di Kampung Opitawak

TIMIKA, LELEMUKU.COM -  Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Satgas Pamrahwan Yonif 756/WMS pos Banti yang berada di bawah Komando Pelaksana Operasi Korem 174/ATW kembali menggelar pengobatan keliling pada masyarakat Kampung Opitawak, Blok A,B dan C di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Sabtu(27/3/2021).

Disampaikan Dansatgas Pamrahwan Yonif 756/WMS Mayor Inf Marolop Edison Bala Hutapea bahwa, penyelenggaraan Bakti Sosial ini merupakan wujud nyata Kontribusi kami Satgas TNI Yonif 756/WMS yang bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dalam memberikan layanan Kesehatan bagi masyarakat Papua di Kampung Opitawak yang berada di Wilayah terpencil yang secara Fasilitas masih kurang dan minim.

"Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan ini kami adakan sebagai bentuk rasa peduli kami pada Kesehatan Masyarakat Kampung Opitawak yang berada di Wilayah terpencil dan fasilitas kesehatan yang ada masih sangat terbatas. Hal tersebut karena mereka baru saja kembali dari pengungsian di Timika selama kurang lebih sekitar sepuluh bulan guna menghindari Kekejaman dan aksi Teror yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB)," tegas Dansatgas.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Puskesmas Banti yang merupakan satu-satunya tempat pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Banti dan sekitarnya termasuk Kampung Opitawak telah dibakar habis oleh KKSB pada Maret 2018 yang lalu, sehingga warga yang selama ini mengandalkan Puskesmas tersebut, sudah tidak bisa lagi menggunakan Fasilitas itu.

" Sejak KKSB membakar Puskesmas di Banti, Masyarakat Banti, Opitawak dan beberapa Kampung di sekitarnya yang selama ini mengandalkan Puskesmas tersebut, tidak bisa lagi berobat di tempat itu. Menyikapi kondisi tersebut, Pos kami di Banti telah beberapa kali berupaya mengatasi persoalan dimaksud dengan melakukan pengobatan keliling pada masyarakat"

Sinergitas TNI dan Dinkes Kabupaten Mimika Dalam Pelayanan Kesehatan di Kampung Opitawak

"Untuk kali ini Pos Banti bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten Mimika bersinergi melakukan pelayanan Kesehatan pada Masyarakat Kampung Opitawak yang berada di Blok A,B dan C. Karena pasca kembalinya mereka dari pengungsian, pelayanan kesehatan yang mereka terima belum berjalan secara Normal seperti biasanya dikarenakan tenaga maupun fasilitas kesehatan belum beroperasi dengan Optimal ," ungkap Mayor Hutapea.

Lanjutnya "Kami berharap semoga kegiatan yang sifatnya membantu meringankan beban masyarakat seperti ini bisa bermanfaat bagi mereka. Baik itu masyarakat Kampung Opitawak maupun masyarakat di tempat lain, sehingga keberadaan personel Satgas kami disetiap posnya mempunyai arti dan bermakna bagi mereka yang berada di sekitarnya, dan semoga hubungan baik ini dapat terus dijaga guna Keamanan dan Kenyamanan bersama," pungkas Mayor Marolop.

Lettu Inf Sony Teguh Bahtiar Danki SSK ll Satgas Pamrahwan Yonif 756/WMS yang berkedudukan di Banti dan yang sekaligus memimpin kegiatan Patroli keamanan dilanjutkan Anjangsana dan Bakti Sosial pada Masyarakat Kampung Opitawak mengatakan

"Dalam pelaksanaan kegiatan kali ini, kami bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten Mimika untuk memberikan pengobatan pada Masyarakat Kampung Opitawak Blok A,B dan C. Tujuanya agar masalah kesehatan mereka dapat teratasi dengan kehadiran kami di sana", ungkap Lettu Sony.

Sinergitas TNI dan Dinkes Kabupaten Mimika Dalam Pelayanan Kesehatan di Kampung Opitawak

Nemanus Omabak Warga Kampung Opitawa mengucapkan Terima kasih pada TNI satgas Yonif 756/WMS dan Dinkes Kabupaten Mimika yang sudah datang ke Kampung mereka, dan mengobati yang sakit.

 "Dengan adanya bapak-bapak di sini, kami sekarang merasa lebih aman. Kami berharap agar bapak-bapak TNI dari pos Banti bisa terus melakukan patroli di sekitar daerah kami untuk menjaga dan memberikan rasa aman bagi kami. Karena sampai saat ini kami masih merasa Trauma bila mengingat kekejaman dan aksi Teror yang dilakukan oleh KKSB pada kami,"  harap Nemanus Omabak. (Pensatgas756)

Terbatasnya Tenaga Medis, TNI Turut Mewujudkan Pembangunan Kesehatan yang Merata dan Bekualitas di Papua

Posted: 27 Mar 2021 04:32 AM PDT

Terbatasnya Tenaga Medis, TNI Turut Mewujudkan Pembangunan Kesehatan yang Merata dan Bekualitas di Papua

PEGUNUNGAN BINTANG, LELEMUKU.COM - Pos Batom Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista turut membantu upaya tenaga kesehatan Puskesmas dalam menyehatkan masyarakat di Distrik Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.

Sesuai dengan petunjuk Dansatgas Pamtas RI - PNG Yonif 403/Wirasada Pratista, Mayor Inf Ade Pribadi Siregar, S.E., M.Si. berpesan agar seluruh anggotanya yang melaksanakan tugas di perbatasan tidak hanya mampu melaksanakan tugas pokok pengamanan perbatasannya saja tetapi juga dapat melakukan sesuatu yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tentunya dengan tetap mempedomani Prosedur Tetap (Protap) Satuan yang telah ada. Tertulisnya di Batom, Jumat, (26/3/2021).

Selain melaksanakan tugas pokok menjaga perbatasan Negara Indonesia (RI) dengan Negara Papua New Guinea (PNG), Kipur 3 (tiga) Pos Batom Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista yang berkedudukan di Desa Batom 1 (satu), Distrik Batom dibawah kendali Danpos Letda Inf Halis bersama-sama dengan Tim Medisnya berupaya membantu meringankan beban masyarakat di bidang kesehatan yang berada dalam wilayah binaannya, dengan terjun langsung memberikan bantuan tenaga kesehatan kepada masyarakat melalui kantor Puskesmas Batom.

Keterbatasan tenaga medis, alat kesehatan maupun obat-obatan yang tersedia di Puskesmas Batom membuat kehadiran personel kesehatan satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista sangat dinanti oleh masyarakat maupun pengurus Puskesmas setempat.

Terbatasnya Tenaga Medis, TNI Turut Mewujudkan Pembangunan Kesehatan yang Merata dan Bekualitas di Papua

Hal ini disampaikan oleh Kepala Puskesmas Distrik Batom Niko Kasibmabin menyampaikan harapan besarnya agar tim kesehatan Pos Batom Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista dapat berkantor di Puskesmas Batom.

"Paman" (Pak mantri) panggilan khusus saya kepada Personel Kesehatan Pos Batom, agar setiap hari dapat berkantor di Puskesmas Distrik Batom yang jaraknya kurang lebih 500 (lima ratus) meter dari Pos Batom Satgas Pamtas Yonif 403, ujarnya".

Selanjutnya pada hari itu, ada belasan warga dari Distrik Batom yang datang untuk memeriksa kesehatanya, salah satunya adalah Donatius Kalakmabin (15) yang datang diantar oleh ibunya dengan keluhan badan panas dan kepala pusing, dengan sigap Bintara Kesehatan Pos Batom Sertu Dwi Purnomo langsung mengadakan pengecekan tensi dilanjutkan dengan pemeriksaan darah, tidak menunggu lama keluar hasil bahwa yang bersangkutan positif malaria, dan selanjutnya dibawa ke ruang perawatan untuk dipasang infus.

Sejalan dengan itu, Danpos Batom yang memantau langsung kegiatan pelayanan kesehatan di Puskesmas tersebut sempat berbincang-bincang dengan Anastasia (30) salah satu tenaga kesehatan pembantu puskesmas dari warga setempat mengatakan rasa kegembiraannya atas kehadiran Tenaga Kesehatan dari Pos Batom Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista.

 "Kami sangat senang dan semangat apabila ada bapak-bapak dari Pos TNI yang masih muda-muda datang membantu pelayanan kesehatan di Puskesmas ini. Imbuhnya".

Terbatasnya Tenaga Medis, TNI Turut Mewujudkan Pembangunan Kesehatan yang Merata dan Bekualitas di Papua

Selain itu, diketahui bahwa di Puskesmas sendiri hanya ada 1 (satu) tenaga kesehatan yang resmi, untuk pelayanan sehari-hari dibantu oleh 5 (lima) orang relawan dari warga setempat yang hanya berbekal pengalaman karena sudah belasan tahun ikut membantu di Puskesmas Batom.

Akhirnya, semoga dengan kehadiran Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista di Distrik Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua dapat selalu mendukung upaya pemerintah untuk menyehatkan masyarakat di sekelilingnya.(Pensatgas403)