Tenun Songket Sambas, Warisan Kerajaan yang Tetap Lestari

Tenun Songket Sambas, Warisan Kerajaan yang Tetap Lestari

SAMBAS, LELEMUKU.COM – Tenun Songket Sambas atau yang dikenal dengan nama Kain Lunggi merupakan kain tenun tradisional khas Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang telah ada sejak masa Kesultanan Sambas pada tahun 1675. Kain ini menjadi salah satu warisan budaya paling berharga di Kalimantan Barat.

Nama Kain Lunggi berasal dari kata lunggi yang berarti benang emas. Kain ini dibuat dengan menggunakan benang emas berwarna kuning keemasan sebagai bahan utama. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi dan waktu berbulan-bulan. Motif-motifnya terinspirasi dari flora, fauna, dan geometris yang khas Melayu.

Pada masa Kesultanan Sambas, Kain Lunggi hanya digunakan oleh kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan. Namun kini, kain ini dapat dimiliki oleh siapa saja yang menghargai nilai seni dan budayanya. Tenun Songket Sambas menjadi komoditas ekonomi yang bernilai tinggi dan sering dijadikan cendera mata khas Kalimantan Barat.

Pemerintah Kabupaten Sambas terus memberdayakan para pengrajin tenun melalui pelatihan, promosi, dan akses pasar. Regenerasi pengrajin juga menjadi perhatian utama agar tradisi menenun ini tidak punah. Generasi muda diajak untuk mengenal dan mencintai warisan budaya ini sejak dini. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya